Musprov APPSBI Kalsel Digelar Rabiatul Adawiyah Resmi Jabat Ketua Pengprov Masa Bakti 2026 Hingga 2031

Musyawarah Provinsi Asosiasi Perguruan Pencak Silat Budaya Indonesia (APPSBI) Kalimantan Selatan sekaligus pengukuhan pengurus masa bakti 2026–2031 dilaksanakan di Swiss-Belhotel Banjarmasin, Rabu (07/01/2025). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam penguatan dan pelestarian pencak silat budaya, khususnya silat kuntau khas Banjar.

Musprov APPSBI Kalsel Digelar Rabiatul Adawiyah Resmi Jabat Ketua Pengprov Masa Bakti 2026 Hingga 2031
pelantikan Ketua Pengprov serta anggota yang menjabat sebagai kepengurusan yang menahkodai APPSBI Kalsel, kegiatan acara dilaksanakan di Swiss Bellhotel, Rabu 07/01/2025.(Dok:Intan/Targetoperasi.id)

Banjarmasin, Targetoperasi.id - Dalam musyawarah tersebut, Rabiatul Adawiyah resmi dikukuhkan sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) APPSBI Kalimantan Selatan. Ia menyampaikan visi dan misinya untuk mengangkat budaya Banjar agar dikenal lebih luas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.

“Menjadi Ketua Pengprov Kalimantan Selatan merupakan amanah besar. Visi dan misi saya adalah mengangkat pencak silat budaya Banjar agar bisa mendunia dan menjadi budaya yang berkelas internasional. Saya ingin budaya Banjar ini menjadi percontohan di Indonesia,” ujar Rabiatul Adawiyah saat bersama awak media.

Ia menambahkan, pengembangan budaya harus sejalan dengan kesejahteraan para pelaku budaya. Menurutnya, kesuksesan budaya tidak terlepas dari keberhasilan para pelaku seni dan pencak silat yang menjalaninya.

“Cita-cita saya, pelaku budayanya sukses dan budayanya juga sukses, sehingga semuanya bisa terangkat dan dikenal luas,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APPSBI  Awang Suwanda melalui Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APPSBI, Saipurrahman, menegaskan pentingnya menghidupkan kembali budaya Banjar dan Kalimantan yang mulai mengalami kemunduran atau mati suri, terutama silat kuntau.

“Sesuai harapan kita sejak awal, kita ingin mengangkat kembali ‘batang tarandam’, istilah Banjar untuk budaya yang hampir punah. Budaya Banjar dan Kalimantan ini harus kita hidupkan kembali, khususnya silat kuntau,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan rencana Gerakan Putra Putri Asli Kalimantan (GEPPAK) akan berkolaborasi bersama APPSBI untuk menggelar kegiatan berskala besar berupa festival budaya dan pencak silat. Kegiatan tersebut diproyeksikan akan melibatkan lebih dari 1.500 peserta.

“Ada rencana festival budaya, kemungkinan pesertanya di atas 1.500 orang. Bahkan ke depan akan kita laksanakan dalam skala nasional dengan mengundang peserta dari berbagai provinsi di Indonesia,” ungkapnya.

Melalui Musyawarah Provinsi dan pengukuhan pengurus ini, APPSBI Kalimantan Selatan diharapkan mampu menjadi motor penggerak pelestarian pencak silat budaya Banjar serta memperkuat identitas budaya daerah di tingkat nasional hingga internasional.(Intan).