65 Tahun Menanti Jalan Layak, Warga Ray 5 Tabing Rimbah: Pemerintah Seolah Tutup Mata
Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, warga Ray 5, Desa Tabing Rimbah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, justru mengaku masih harus berjibaku dengan jalan rusak yang disebut belum mendapat penanganan memadai selama puluhan tahun.
Barito Kuala, Targetoperasi.id - Jalan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat itu disebut telah ada sejak sekitar tahun 1961. Namun hingga kini, warga mengaku belum pernah merasakan akses jalan poros yang benar-benar layak. Saat hujan maupun banjir, jalan berubah menjadi lintasan yang sulit dilalui, bahkan menghambat warga ketika membawa orang sakit maupun mengantar jenazah.
Seorang perwakilan warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan terdapat dua ruas jalan di wilayah tersebut, yakni jalan utama dan jalan baru. Menurutnya, jalan utama belum pernah diaspal, sedangkan jalan baru yang sempat dibangun sekitar 2013 mengalami kerusakan parah setelah banjir tahun 2021.

"Di sini ada dua jalan, yaitu jalan utama dan jalan baru. Jalan utama dari tahun 1961 hingga kini belum pernah diberikan pengaspalan hanya di lakukan pengurukan oleh warga. Jalan baru sempat diaspal sekitar tahun 2013, tetapi rusak parah setelah banjir tahun 2021. Sebelum ada penimbunan swadaya masyarakat dan bantuan dari pihak partai NasDem, jalan ini sangat sulit dilalui. Kami kesulitan melewati jalan ini," jelasnya, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, selama hampir setengah abad tinggal di kawasan tersebut, kondisi jalan nyaris tidak berubah. Harapan demi harapan disampaikan, namun pembangunan yang dinanti tak kunjung datang.
"Saya lahir di sini sampai sekarang umur sekitar 50 tahun, jalannya masih begini saja. Jalan baru dulu memang pernah diaspal, tetapi setelah banjir tahun 2021 aspalnya rusak dan hilang, warga berinisiatif mengusulkan ke partai Nasdem, dan alhamdulilah jalan semula rusak akhirnya di Uruk dan bisa di lalui oleh warga,' katanya.
Warga mengakui adanya bantuan material urukan melalui usulan Pokir yang disalurkan Partai NasDem. Bantuan tersebut dinilai membantu, namun belum mampu menuntaskan perbaikan jalan sepanjang sekitar 2,8 kilometer.
"Ada bantuan urukan yang diberikan, alhamdulillah membantu, tetapi masih ada ruas jalan yang belum tertangani dan belum tertutup karena masih kurang bahan materialnya," tuturnya.
Menurut warga, usulan perbaikan jalan telah berulang kali disampaikan kepada pemerintah desa Tabung Rimbah, namun hingga kini mereka mengaku belum melihat adanya realisasi pembangunan jalan yang di usulkan.
"Kami sudah mengusulkan berkali kali setiap ada pertemuan dengan pemerintah desa, tapi kami tidak tahu apakah usulan itu sudah ditindaklanjuti atau belum. Yang jelas sampai sekarang belum ada pembangunan. Harapan kami jalan ini diperbaiki agar masyarakat lebih mudah beraktivitas dan anak cucu kami bisa menikmati jalan yang layak," ucapnya.
Jalan tersebut tidak hanya digunakan warga Desa Tabing Rimbah, tetapi juga menjadi akses penghubung menuju sejumlah wilayah lain. Bagi masyarakat, jalan ini bukan sekadar hamparan tanah, melainkan jalur utama yang menentukan kelancaran ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.(Red).
Erik