Dari Tim Internal Polri hingga Akademi Basket, The Police Siap Cetak Atlet Muda Berprestasi
Berawal dari sebuah tim basket internal Polri pada 2013, The Police Basketball kini berkembang menjadi salah satu wadah pembinaan atlet basket di Kalimantan Selatan. Tonggak terbaru perjalanan tersebut ditandai dengan peresmian The Police Basketball Academy pada Sabtu (4/7/2026), sebagai langkah mencetak pebasket muda berbakat sejak usia dini.
Banjarbaru, Targetoperasi.id - Pembina The Police Basketball, AKBP Yeremias Tony Putrawan, mengatakan tim tersebut dibangun secara bertahap hingga akhirnya mampu berkembang ke berbagai daerah di Kalimantan Selatan dan meraih sejumlah prestasi di tingkat nasional.
"Tim ini mulai terbangun sejak tahun 2013. Kemudian berkembang ke berbagai wilayah. Dulu dikenal dengan nama Tribrata, lalu terus berkembang dan kami berhasil meraih juara di berbagai kejuaraan," ujarnya.

Menurutnya, pembentukan akademi merupakan bentuk komitmen untuk memberikan ruang bagi generasi muda yang memiliki potensi di cabang olahraga basket. Selain mengejar prestasi, pembinaan juga diarahkan untuk menghadirkan aktivitas positif bagi anak-anak dan remaja.
"Basket adalah kegiatan yang sangat positif. Kami sangat mendukung anak-anak muda yang memiliki bakat bermain basket. Mereka kami seleksi, kemudian diberikan pelatihan dan pembinaan agar bisa berkembang menjadi pemain yang lebih baik," katanya.
Untuk menjaring calon atlet, The Police Basketball rutin menggelar coaching clinic di sejumlah sekolah. Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diperkenalkan dengan program latihan yang disiapkan oleh akademi.

"Kami juga datang ke sekolah-sekolah untuk mengadakan coaching clinic sekaligus mengajak mereka bergabung dengan akademi kami," ucapnya.
Dirinya menjelaskan perkembangan komunitas basket The Police terus menunjukkan tren positif berkat dukungan personel kepolisian dari berbagai daerah. Saat ini, kelompok latihan telah terbentuk mulai kategori usia dini hingga kelompok usia 45 tahun.
"Alhamdulillah sampai hari ini semuanya berjalan lancar dan semakin berkembang. Ada kelompok basket mulai usia paling muda sampai usia 45 tahun. Semuanya dibagi berdasarkan kelompok agar pembinaan lebih maksimal," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah tim basket tidak ditentukan oleh kemampuan individu, melainkan kekompakan seluruh pemain sesuai dengan peran masing-masing.
"Kalau bermain basket itu tidak bisa hanya mengandalkan satu orang. Kami memiliki pemain di setiap posisi, mulai playmaker, shooting guard hingga center yang berasal dari berbagai Polres dan satuan di Kalimantan Selatan," tuturnya.
Keanggotaan The Police Basketball kini telah menjangkau hampir seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, termasuk Kabupaten Kotabaru. Hasil pembinaan tersebut mulai terlihat melalui capaian di berbagai kejuaraan nasional.
"Pada kejuaraan terakhir kami berhasil finis di peringkat enam nasional. Di perempat final kami mampu mengalahkan juara bertahan dari Polda Kalimantan Timur. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang," pungkasnya.
Melalui The Police Basketball Academy, diharapkan lahir lebih banyak atlet basket muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Kalimantan Selatan sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di lingkungan Polri dan masyarakat.(Intan).
Erik