Rabiatul, Srikandi Kaltim Penggerak UMKM dan Pelestari Kuntau Banjar

Nama Rabiatul Adawiyah semakin dikenal sebagai sosok perempuan tangguh yang mampu memadukan kiprah bisnis, kepedulian sosial, dan pelestarian budaya dalam satu perjalanan hidup yang inspiratif. Di tengah dinamika dunia usaha dan tantangan sosial, ia tampil sebagai figur perempuan yang konsisten memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Rabiatul, Srikandi Kaltim Penggerak UMKM dan Pelestari Kuntau Banjar

Banjarmasin, Targetoperasi.id - Perjalanan profesionalnya dimulai sejak 2007 saat dipercaya mitra asing dari Amerika dan India untuk mengelola operasional perusahaan pertambangan batu bara. Ia terlibat langsung dalam aktivitas lapangan hingga proses pemuatan, membuktikan kemampuannya di sektor strategis yang selama ini identik dengan kaum pria.

 Bersama sang suami, H. Saipurahman, ia turut membangun stok room batu bara di Samarinda sebagai bagian dari penguatan lini usaha.

Saat ini, Rabiatul mengelola delapan titik kavlingan tanah di wilayah Kalimantan Timur. Di sektor kuliner, usaha katering yang dirintisnya memproduksi sekitar 2.700 porsi makanan setiap hari dengan frekuensi tiga kali penyajian. Ia juga mengembangkan bisnis kreatif melalui Angkringan Tengkorak serta usaha Vap yang menyasar kalangan muda.

Tak hanya fokus pada pengembangan usaha, Rabiatul juga aktif membantu masyarakat dalam berbagai persoalan, termasuk pendampingan terhadap pekerja yang memperjuangkan status kepegawaian tetap di sebuah perusahaan di Kaltim. Kiprahnya juga terlihat dalam penyelesaian sengketa lahan veteran seluas kurang lebih 9.000 hektare yang selama 17 tahun dikuasai pihak lain hingga akhirnya kembali kepada para veteran.

Terbaru, pada 19 Januari lalu, ia turut membantu proses pemisahan sertifikat lahan veteran gambut yang berujung pada kesepakatan damai dengan perusahaan terkait. Langkah-langkah tersebut memperlihatkan komitmennya dalam memperjuangkan keadilan sosial dan kepentingan masyarakat kecil.

Di bidang pelestarian budaya, Rabiatul bersama sang suami yang menjabat sebagai Ketua Umum Gerakan Putra Putri Asli Kalimantan (GEPPAK) aktif merangkul para pendekar kuntau untuk mengangkat kembali seni bela diri tradisional khas Kalimantan Selatan yang hampir tenggelam. Sejumlah perguruan telah bergabung dan dalam waktu dekat direncanakan akan digelar silaturahmi antarperguruan kuntau yang ditargetkan mencapai tingkat nasional.

Atas dedikasinya di bidang usaha, sosial, dan pemberdayaan perempuan, Rabiatul dijadwalkan menerima Penganugerahan Bintang Award XII Tahun 2026 bertema “Anugrah Bintang Mahakarya Intan Kalimantan”. Penghargaan tersebut3 menjadi simbol apresiasi atas kontribusinya dalam membangun ekonomi daerah sekaligus menjaga identitas budaya lokal.(Intan).