Pahrina Relawan Bhayangkari Kalsel Ungkap Perjuangan Menembus Lokasi Banjir Bandang Aceh
Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh meninggalkan dampak mendalam bagi masyarakat. Di tengah keterbatasan akses dan kondisi medan yang sulit, para relawan tetap berupaya hadir memberikan bantuan, salah satunya relawan kesehatan sekaligus ibu Bhayangkari, Pahrina AMK.
Kalsel, Targetoperasi.id - Dalam wawancara melalui via telpon WhatsApp, Pahrina menceritakan perjalanan panjang yang harus ditempuh menuju lokasi bencana. Ia mengungkapkan rasa syukur karena seluruh rangkaian perjalanan dilalui dengan kemudahan yang diberikan Tuhan.
“Alhamdulillah, Allah selalu memberikan kemudahan dalam setiap langkah perjalanan yang saya jalani. Setiap kesulitan selalu dibukakan jalan dan dipertemukan dengan orang-orang yang membantu,” ujarnya, Senin 29/12/2025.
Perjalanan menuju Aceh dimulai dari Banjarmasin, dilanjutkan ke Jakarta hingga Banda Aceh. Namun perjuangan tidak berhenti di sana. Dari pusat kota Aceh menuju lokasi bencana, relawan harus menempuh perjalanan darat lebih dari 18 jam akibat sejumlah jembatan yang putus diterjang arus deras saat bencana terjadi.

Pahrina mengaku, sepanjang perjalanan menuju lokasi terdampak, ia menyaksikan langsung kondisi memprihatinkan pasca banjir bandang.
Lumpur masih menggenang di dalam rumah warga, pakaian dan peralatan rumah tangga berserakan, serta kayu gelondongan terlihat di sepanjang jalan yang dilalui.
Saat ditanya mengenai tantangan terberat dalam memberikan bantuan, Pahrina mengungkapkan bahwa keterbatasan bantuan menjadi hal yang paling dirasakan.
“Dalam hati terdalam, kami hanya bisa meringankan sedikit dari harapan warga. Bantuan kami bagi agar semua bisa merasakan, seperti beras, telur, mi instan, dan terpal untuk tempat berteduh sementara,” tuturnya dengan terbata bata menahan tangis haru.

Untuk menjangkau daerah-daerah terpencil, sebagian lokasi harus ditempuh dengan berjalan kaki karena sulitnya medan. Dengan membawa ransel besar berisi logistik dan peralatan, para relawan mengandalkan kekuatan fisik dan keteguhan hati demi melayani warga yang terdampak di wilayah yang sulit dijangkau.
Kehadiran relawan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Pahrina menyebut, warga merasa sangat terbantu, khususnya dengan kehadiran relawan kesehatan dari Tim Kementerian Kesehatan pusat. Warga berharap fasilitas kesehatan yang rusak dan masih dipenuhi lumpur dapat segera beroperasi kembali agar pelayanan kesehatan berjalan normal.
Sebagai relawan, Pahrina juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah. Ia mengapresiasi sinergi antara POLRI dan TNI yang bersama-sama membersihkan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama POLRI dan TNI, fasilitas kesehatan bisa dibersihkan agar segera beroperasi kembali dan melayani masyarakat,” pungkasnya.(Red).
Erik