Silaturahmi Pendekar Silat Budaya Hadir Dari 60 Perguruan Kuntau Kalsel, KORMI Nasional Dorong Kuntau Tembus Level Internasional
Kegiatan silaturahmi pendekar silat budaya perguruan kuntau se-Kalimantan Selatan berlangsung khidmat dan penuh antusias. Acara yang diikuti sekitar 60 perguruan kuntau ini digelar di Posko Gerakan Putra Putri Asli Kalimantan (GEPPAK), Komplek BSD, Kelurahan Gambut, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Minggu (04/01/2026).
Banjar, Targetoperasi.id - Silaturahmi tersebut dihadiri langsung oleh pengurus Komisi OTKB KORMI Nasional Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Nasional Gunawan Wibowo serta Ketua Umum Asosiasi Perguruan Pencak Silat Budaya Indonesia (APPSBI) Awang Suwanda. Selain mempererat hubungan antarperguruan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelantikan Wakil Ketua Umum APPSBI yang kini dijabat oleh Saipurrahman.
Pengurus Komisi OTKB KORMI Nasional Gunawan Wibowo mengatakan, kuntau merupakan salah satu kekayaan budaya dan olahraga tradisional yang memiliki keunikan tersendiri dan tidak dimiliki oleh negara lain. Menurutnya, olahraga tradisional harus terus digali dan dibangkitkan, terutama yang sempat mengalami mati suri.

“KORMI membawahi olahraga tradisional, kreasi, dan budaya. Tugas kita adalah menggali potensi daerah dan membangkitkan kembali olahraga-olahraga tradisional sebagai kekayaan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Gunawan juga menegaskan bahwa Kalimantan Selatan memiliki peluang besar untuk berkontribusi pada ajang olahraga masyarakat tingkat nasional ke depan, khususnya dalam persiapan FORNAS 2027 yang akan digelar di Palu, Sulawesi Tengah.
“Dengan kepengurusan baru ini, saya berharap Kalsel bisa menyiapkan atlet-atletnya agar dapat berpartisipasi di FORNAS 2027. Antusias para pendekar kuntau hari ini luar biasa,” tambahnya.
Ia optimistis, dengan pembinaan yang serius, kuntau tidak hanya dikenal di Kalimantan atau Indonesia, tetapi juga mampu menembus panggung internasional. Bahkan, menurutnya, ke depan akan ada agenda event internasional yang melibatkan seni bela diri budaya Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum APPSBI Awang Suwanda menyampaikan bahwa APPSBI sejak 2010 hingga kini telah menaungi perguruan pencak silat budaya di 27 provinsi dan berada di bawah naungan KORMI. Ia menegaskan bahwa organisasinya terbuka untuk semua perguruan tanpa diskriminasi.
“Kami tidak pernah membeda-bedakan agama atau latar belakang. Selama itu berbasis budaya pencak silat, termasuk kuntau, kami terbuka untuk semua,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Awang Suwanda secara resmi melantik Saipurrahman sebagai Wakil Ketua Umum APPSBI. Ia menilai Saipurrahman memiliki visi dan misi yang sejalan dalam melestarikan budaya bangsa serta membawa pencak silat budaya Indonesia ke kancah internasional.
“UNESCO sudah mengakui pencak silat sebagai warisan budaya tak benda. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melestarikannya dan mendukung program pemerintah,” tegasnya.
Awang juga menargetkan pembenahan organisasi hingga ke tingkat kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Ia berharap seluruh perguruan dapat kembali aktif dan bersinergi sehingga pada 2027 nanti, pencak silat budaya, khususnya kuntau, benar-benar menjadi identitas dan kebanggaan asli Kalimantan Selatan.(Intan).
Erik