Perjalanan Panjang Masjid Sunan Cendana RMA, Alunan Doa Awali Peresmian Bersama Santri Dan Warga
Suasana khidmat menyelimuti Pondok Pesantren Dan Panti Asuhan Raudhatul Muta’allimin Annahdliyah (RMA) saat Masjid Sunan Cendana resmi digunakan untuk pertama kalinya dalam salat Maghrib berjamaah, Selasa (21/04/2026). Momen ini menjadi langkah awal pemanfaatan rumah ibadah tersebut, meski proses pembangunan masih belum sepenuhnya rampung.
Banjarbaru, Targetoperasi.id - Peresmian masjid turut dihadiri tokoh agama KH. Fakhrudin Noor ( Guru Tungkal Jambi), yang juga menyampaikan tausiah di hadapan para santri dan masyarakat sekitar yang memadati Masjid Sunan Cendana.
Pimpinan Ponpes RMA, KH. Muhari, menjelaskan bahwa pembangunan Masjid Sunan Cendana telah melalui perjalanan panjang sejak peletakan batu pertama lebih dari satu tahun lalu oleh Abah Guru Tungkal Jambi. Beliau menyebut, meskipun kondisi bangunan belum sepenuhnya selesai, pihaknya memutuskan untuk mulai memanfaatkan masjid tersebut.
“Peletakan batu pertama di lakukan oleh Abah Guru Tungkal dan kini Masjid Sunan Cendana juga di resmikan oleh Abah Guru Tungkal. Alhamdulillah hari ini sudah bisa kita gunakan, walaupun masih ada beberapa bagian yang belum selesai seperti plafon, teras, dan beberapa pintu. Namun kami berpikir lebih baik mulai dimanfaatkan daripada menunggu semuanya sempurna,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan masjid ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Kami ingin masjid ini menjadi wadah ibadah sekaligus pusat pembinaan, baik untuk santri maupun warga sekitar. Mohon doa agar ke depan bisa terus berkembang dan membawa keberkahan,” ucapnya.
Beliau juga menegaskan bahwa salat berjamaah yang dilaksanakan tersebut merupakan yang pertama sejak masjid mulai difungsikan.
“Ini menjadi salat berjamaah perdana di masjid ini. Untuk salat Jumat memang belum dilaksanakan, namun ke depan akan segera kami jadwalkan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, pihak pondok telah menyiapkan berbagai rencana kegiatan untuk menghidupkan masjid sebagai pusat dakwah dan pemberdayaan masyarakat.
“Ke depan akan ada program pengajian, pendidikan keagamaan, hingga kegiatan sosial. Harapannya, masjid ini bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat Guntung Manggis dan sekitarnya,” jelas KH. Muhari.
Sementara itu, KH. Fakhrudin Noor menyampaikan apresiasinya atas upaya yang dilakukan oleh pihak pondok dalam mewujudkan pembangunan masjid tersebut. Ia menilai, proses panjang yang dilalui hingga akhirnya masjid dapat digunakan merupakan capaian yang patut disyukuri.
“Ini pencapaian yang luar biasa. Setelah sekitar sepuluh tahun sejak peletakan awal, kini masjid sudah bisa digunakan. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi lingkungan pesantren,” katanya.
Beliau berharap pembangunan dapat segera diselesaikan agar kenyamanan jamaah semakin terjamin.
“Semoga proses penyempurnaan bisa berjalan lancar sehingga masjid ini benar-benar nyaman digunakan untuk beribadah,” tuturnya.
Menutup pernyataannya, beliau berpesan agar seluruh pihak yang terlibat tetap menjaga kesabaran dan semangat dalam melanjutkan pembangunan.
“Kuncinya adalah kesabaran. Dengan itu, insyaAllah semua proses akan membuahkan hasil yang baik,” pungkasnya.(Intan).
Erik